Wacana

Sastra

Resensi

Forum

» » » » » » Antisipasi Gerakan Terorisme, PBAK 2017 Adakan Pendidikan Anti Radikalisme

Selasa (22/8), Syarif Hidayatullah dalam pendidikan anti radikalisme di lantai dua audit 1 kampus I UIN Walisongo Semarang. (Foto/ Furqon)


Semarang, KABARFREKUENSI.COM – Semakin maraknya isu dan gerakan radikalisme untuk meruntuhkan kedulatan NKRI, UIN Walisongo mengadakan sosialisasi pendidikan anti radikalisme. Sosialisasi yang terdapat dalam serangkaian agenda Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2017 bagi mahasiswa baru tersebut dilakukan di masing-masing fakultas, termasuk Fakultas Sains dan Tenologi (FST). Agenda FST itu dilaksanakan di Audit 1 Kampus I pada Selasa (22/8) dengan pemateri Syarif Hidayatullah.

Syarif Hidayatullah dalam pemaparan materinya menyampaikan terdapat dua jenis radikalisme yang perlu dipahami yakni aliran radikal kanan yang mengandung unsur agama dan radikal kiri yang mengandung unsur sekuler. Kedua aliran radikal ini patut diantisipasi. Menurut Syarif, saat ini Indonesia dihadapkan dengan keduanya. Aliran radikal kanan ingin semua hukum yang ada di Indonesia berlandaskan pada agama, Sementara sekuler ingin jangan ada campur tangan agama yang di istimewakan.

Syarif mengarahkan walau banyak isu radikal yang beredar, namun kita tidak boleh seenaknya menjudge orang lain radikal. Ada empat ciri radikal yakni Fanatik, Eksklusif, Revolusioner dan Intoleran.

“Jikalau orang cuma memiliki salah satu dari keempat sifat tersebut, maka orang itu belum tentu radikal.” Ungkap Syarif.

Alumni IAIN tersebut mengungkapkan ada lima solusi untuk mengantisipasi paham radikal. Diantaranya yakni mengakui adanya perbedaan, menolak absolutisme merasa diri paling benar, menerima kebenaran orang lain, membuka adanya dialog dan mengakui kesetaraan.

Beliau menambahkan jikalau kita bertemu dengan orang yang mencoba mempengaruhi kita haruslah didengarkan terlebih dahulu. Menurutnya orang yang mengambil jalan radikal dikarenakan membutuhkan perhatian orang lain.


“Dengarkan omongannya sampai se-kemengnya dia berbicara, memposisikan diri tidak terpengaruh baru kita membalikannya.” Ujar Syarif. (kabar/ Furqon & Nava)
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tentang LPM Frekuensi

Lembaga Pers Mahasiswa Frekuensi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang

Wacana

Forum

Resensi