Susukan,
Kabupaten Semarang, KABARFREKUENSI.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 87 Posko 21 Desa
Badran, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, melaksanakan
sosialisasi mencuci tangan bagi siswa kelas 3 dan 4 di SDN Badran, Desa Badran,
Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini
dimulai pukul 08.00 WIB dengan tujuan mengedukasi siswa tentang cara mencuci
tangan yang baik dan benar. Selain itu, mahasiswa juga memberikan gambaran
tentang manfaat sabun melalui percobaan lada bubuk yang ditaburkan di atas air.
Kegiatan diikuti
19 siswa dan dipandu oleh lima mahasiswa KKN yang dikoordinasikan oleh Vira
Badriyah selaku koordinator divisi kesehatan lingkungan.
Dalam percobaan,
mahasiswa mengisi piring dengan air, lalu menaburkan lada bubuk di atasnya.
Siswa diminta mencelupkan satu jari tanpa sabun, kemudian mencelupkan jari yang
telah diberi sabun, hasilnya berbeda, saat jari tanpa sabun dicelupkan, lada
menempel di jari. Sebaliknya, ketika jari yang diberi sabun menyentuh air, lada
tampak menjauh dan menyebar. Siswa terlihat antusias dan terkejut melihat
perubahan itu.
Bubuk lada dalam
percobaan ini diibaratkan sebagai kuman atau bakteri di sekitar kita. “Dari
percobaan sederhana ini, siswa bisa melihat bahwa mencuci tangan dengan air
saja tidak cukup untuk mengusir kuman. Kita perlu memakai sabun,” ujar Vira.
Setelah percobaan,
mahasiswa memutar video tentang pentingnya mencuci tangan sebelum makan agar
tidak mudah sakit. Mahasiswa kemudian menjelaskan cara mencuci tangan yang
benar kepada siswa.
Agar lebih
menyenangkan, mahasiswa juga menggunakan lagu anak tentang cara mencuci tangan.
Lagu tersebut memandu siswa melakukan langkah demi langkah: menggosok telapak
tangan, punggung tangan, dan sela-sela jari, mengunci kedua tangan, menggosok
ibu jari kanan dan kiri, menggosokkan ujung jari ke telapak tangan, lalu
membilas hingga tangan bersih dari bakteri. Siswa ikut bernyanyi dan
mempraktikkan gerakannya dengan penuh semangat dan senang. Cara ini dipilih
supaya siswa lebih mudah menghafal langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan
benar.
Menurut Vira, ada
sejumlah waktu penting bagi anak untuk mencuci tangan, yaitu sebelum dan
sesudah makan, setelah bermain di luar ruangan atau menyentuh tanah, setelah
dari toilet, setelah batuk atau bersin, serta setelah menyentuh hewan. Ia juga
menyebut kesalahan yang paling sering terjadi, yakni hanya membasahi tangan
selama beberapa detik tanpa digosok, hanya menggosok telapak tangan, dan
mencuci tangan tanpa sabun.
Bagi Vira, momen
yang paling berkesan adalah antusiasme siswa selama kegiatan. “Kita tidak hanya
belajar teori, tetapi juga menerapkan prinsip belajar sambil bermain,” katanya.
Koordinator Desa
(Kordes) KKN Reguler 87 Posko 21 Desa Badran, Ilham Aulia Rahman, menyampaikan
bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk pelaksanaan program kerja posko di
bidang pendidikan dan kesehatan. “Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya
memberikan edukasi kepada siswa kelas 3 dan 4 mengenai pentingnya menjaga
kebersihan diri, tetapi juga mengajarkan praktik mencuci tangan yang benar
menggunakan sabun dan air mengalir,” ujarnya.
Dari sisi
pendidikan, kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan dan kesadaran siswa
tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat sejak dini. Dari sisi kesehatan,
sosialisasi ini bertujuan membiasakan siswa menjaga kebersihan tangan sebagai
upaya mencegah penyebaran kuman dan penyakit.
Pesan untuk
mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain di luar ruangan
diulang selama kegiatan agar siswa terbiasa. Saat jam istirahat, mahasiswa KKN
menanyakan kepada siswa apakah mereka sudah mencuci tangan sebelum makan.
“Sudah, Kak, sebelum makan cuci tangan tadi,” jawab Panji, salah satu siswa
kelas 3.
Dengan cara
belajar yang menyenangkan melalui percobaan, video, dan lagu, siswa diharapkan
dapat terus menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Kabar: KKN REG 87 UIN Walisongo Posko 21
Editor: Santi Alfifat Khurosyidah (Kru LPM Frekuensi)

0 Komentar