Sumber Dokumentasi: Humas TVRI Jateng

Semarang, KABARFREKUENSI.COM - TVRI Stasiun Jawa Tengah menerima kunjungan dari anggota LPM Frekuensi UIN Walisongo Semarang dalam rangka program edukasi dan pengenalan dunia penyiaran (26/11). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana sebuah lembaga penyiaran publik bekerja dalam memproduksi program dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Rombongan disambut oleh tim Humas TVRI Jawa Tengah yang memaparkan sejarah awal berdirinya TVRI pada 1962 oleh Presiden Soeharto hingga berdirinya TVRI Jawa Tengah pada 21 Mei 1996 yang kini didukung 11 pemancar untuk menayangkan program lokal. Peserta diajak meninjau studio 1, studio program yang digunakan untuk berbagai kegiatan produksi seperti acara keagamaan dan workshop. Kemudian diperkenalkan juga mengenai fungsi studio, alur persiapan sebelum produksi, hingga proses teknis yang mendukung pembuatan program.

Kunjungan kemudian berlanjut ke studio 2, yakni Ruang Sub Control pusat pengendali siaran. Di ruangan ini, para peserta bertemu dengan salah satu penyiar TVRI yaitu Cindy, yang membawakan materi secara langsung mengenai dasar-dasar teknik penyiaran. Ia memaparkan perbedaan besar antara berbicara di depan publik dan di depan kamera, mulai dari penggunaan pernapasan yang benar, latihan vokal harian, hingga cara menentukan angle dan karakter pembawaan berita agar lebih hidup dan komunikatif. Penjelasan dari Cindy mendapat respons antusias dari peserta. Mereka bahkan diberi kesempatan untuk mencoba mempraktikkan simulasi siaran secara langsung denga maju ke depan.

“Penjelasan kak Cindy membuat saya benar-benar paham bagaimana seorang pembawa berita mempersiapkan diri sebelum tampil,” ujar salah satu anggota LPM Frekuensi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman TVRI Jawa Tengah. Melalui kunjungan ini para peserta memperoleh informasi mengenai alur kerja penyiaran, tahapan produksi televisi, serta tugas-tugas yang dijalankan dalam lembaga penyiaran publik. 

Kabar: Zahra Nafisah Nurmadiyyah (Kru Magang LPM Frekuensi 24)

Editor: Santi Alfifat Khurosyidah (Kru LPM Frekuensi 23)