Sumber Dokumentasi: Pmiikomisariatuinws

Semarang, KABARFREKUENSI.COM-PMII Komisariat UIN Walisongo menggelar Seruan Aksi pada Selasa (24/02) di Pertigaan Revolusi Jerakah pukul 16.30 WIB. Aksi ini mengangkat isu dugaan tindakan represif aparat, tuntutan reformasi total Polri, serta kondisi keamanan Jawa Tengah yang dinilai belum sepenuhnya memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat.

Massa aksi menilai berbagai kasus yang melibatkan aparat kepolisian perlu mendapat tindak lanjut yang jelas dan transparan. Reformasi menyeluruh dinilai penting agar institusi penegak hukum kembali pada fungsi utamanya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Ketua PMII Komisariat UIN Walisongo,

M Yusril Rizanul menyampaikan bahwa aksi ini menjadi momentum kebangkitan gerakan internal PMII. “Sudah tiga bulan terakhir PMII belum menggelar aksi murni dari internal komisariat. Ini saat yang tepat bagi kami untuk kembali turun dan menyuarakan aspirasi,” ujarnya.

Terkait isu kepolisian, Yusril menyebut adanya kekecewaan terhadap penanganan kasus yang dinilai belum jelas. “Sampai sekarang belum ada kejelasan terhadap oknum yang diduga melakukan pelanggaran. Padahal masyarakat membutuhkan kepastian hukum,” tegasnya.

Karena berlangsung di bulan Ramadhan, aksi dikemas dengan pembagian takjil, doa bersama, dan kajian reflektif. Meski sebagian mahasiswa masih mengikuti perkuliahan hingga sore hari, massa yang hadir disebut mencapai target sekitar 100 orang. Aksi berjalan tertib dengan harapan tuntutan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait.

Kabar: Revalina Nicky Ramadhani (Kru LPM Frekuensi 24)

Editor: Siti Qummariyah (Kru LPM Frekuensi 23)