Kegiatan yang mengusung tema “Mengukir
Cerita, Hidupkan Makna” ini menghadirkan Muhamad Syafiq Yunensa, S.Pd.,
M.Pd. sebagai pemateri. Ia dikenal sebagai penulis best seller, Direktur
Penerbit Digdaya Book, serta dosen FTIK UIN Walisongo Semarang.
Dalam pemaparannya, Syafiq menjelaskan
bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan ruang literasi yang
lebih luas. Selama ini, kegiatan serupa cenderung terpusat di Semarang, padahal
potensi peserta dari daerah lain, seperti Kendal, cukup besar dan perlu
difasilitasi.
“Selain itu, kondisi literasi belakangan
ini menunjukkan kecenderungan menurun sejak 2025, meskipun tidak separah
sebelumnya. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini menjadi salah satu solusi
untuk menjaga dan meningkatkan minat literasi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia melibatkan
relawan dari komunitas serta peserta magang yang telah terbiasa mengelola
kegiatan serupa. Menariknya, persiapan kegiatan ini terbilang singkat dan
cenderung spontan.
“Karena sudah terbiasa, dalam satu hari
persiapan pun kegiatan bisa langsung terlaksana. Bahkan, kegiatan ini dapat
berjalan tanpa mengeluarkan biaya atau nol rupiah,” tambah Syafiq.
Penyebaran informasi kegiatan dilakukan
melalui jejaring komunitas. Pamflet digital yang disebarkan awalnya hanya
membuka kuota untuk 35 peserta. Namun, respons yang masuk membuat jumlah
peserta bertambah hingga sekitar 75 orang. Pihak Perpustakaan Provinsi Jawa
Tengah juga turut membantu penyebaran informasi.
Melalui terselenggaranya Jawa Tengah
Write Party, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi
ilmu, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem literasi di Jawa Tengah secara
berkelanjutan.
Kabar: Revalina Nicky Ramadhani (Kru LPM Frekuensi 24)
Editor: Siti Qummariyah (Kru LPM Frekuensi 23)

0 Komentar