Magelang, KABARFREKUENSI.COM -
Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Desa Soronalan, Kecamatan Sawangan,
Kabupaten Magelang menggelar seminar budidaya dan pemanfaatan tanaman kemukus
sebagai upaya menghidupkan kembali potensi lokal yang selama ini belum
dimanfaatkan secara optimal. Seminar bertajuk "Optimalisasi Potensi
Tanaman Kemukus melalui Pengenalan, Budidaya, dan Pemanfaatannya sebagai Upaya
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Soronalan" tersebut dilaksanakan
pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pengembangan
kemukus sebenarnya telah menjadi gagasan Pemerintah Desa Soronalan sejak awal
masa jabatan Kepala Desa Saryoto. Saat itu, ia pernah membagikan bibit kemukus
yang berasal dari kebunnya sendiri kepada warga untuk ditanam. Namun,
antusiasme masyarakat masih kurang karena keterbatasan pengetahuan mengenai
budidaya dan potensi tanaman kemukus.
Kini, gagasan
tersebut kembali mendapatkan momentum melalui program KKN yang mengangkat
potensi tanaman kemukus. Kehadiran program ini selaras dengan gagasan yang
sebelumnya telah dicanangkan oleh pemerintah desa. Melalui seminar tersebut,
mahasiswa KKN berupaya mengenalkan kembali kemukus sekaligus menarik minat
masyarakat, khususnya para petani, untuk mulai membudidayakannya.
Dalam kegiatan
tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan Dosen dari Program Studi Biologi Fakultas
Sains dan Teknologi UIN Walisongo Niken Kusumarini, M.Si. , yang memiliki bidang penelitian terkait
tanaman kemukus. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan, teknik budidaya,
serta pemanfaatan kemukus. "Kemukus sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang
cukup tinggi karena permintaan pasarnya stabil, terutama untuk kebutuhan
rempah," ujar Niken dalam pemaparannya. Selain edukasi, masyarakat yang
aktif mengikuti kegiatan juga mendapatkan bibit kemukus sebagai apresiasi, yang
diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menanam dan mengembangkan kemukus
di lahan masing-masing.
Sejumlah peserta
yang hadir menyatakan tertarik untuk mulai menanam kemukus di lahan mereka
setelah mendapatkan bibit dan pemahaman yang lebih baik dari seminar tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah desa, akademisi, mahasiswa KKN, dan masyarakat
diharapkan mampu menjadikan kemukus sebagai salah satu potensi unggulan Desa
Soronalan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kabar: KKN MMK UIN Walisongo Semarang Posko 07 Desa Soronalan
Editor: Santi Alfifat Khurosyidah (Kru LPM Frekuensi)
0 Komentar