Sumber Dokumentasi: Pribadi 

Magelang, KABARFREKUENSI.COM - Mahasiswa KKN Desa Soronalan memperkenalkan inovasi puding daun kelor kepada ibu-ibu Posyandu sebagai upaya mendukung pencegahan stunting melalui pemanfaatan potensi pangan lokal. Daun kelor dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan dikenal kaya akan kandungan protein, zat besi, serta kalsium yang sangat dibutuhkan dalam mendukung pertumbuhan anak.

Kegiatan tersebut diawali dengan penyampaian edukasi singkat mengenai stunting kepada ibu-ibu Posyandu. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi anak melalui konsumsi makanan yang beragam dan bergizi, serta melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin melalui kegiatan Posyandu.

Setelah kegiatan edukasi selesai, mahasiswa KKN memperkenalkan puding berbahan dasar daun kelor sebagai salah satu inovasi dalam memanfaatkan potensi pangan lokal. Puding yang sebelumnya telah disiapkan oleh mahasiswa KKN tersebut langsung diperkenalkan kepada ibu-ibu Posyandu beserta penjelasan tahapan pembuatannya secara sederhana, sehingga peserta dapat memahami cara mengolah daun kelor menjadi hidangan yang lebih menarik dan mudah dikonsumsi.

Puding kelor ini diolah tanpa menggunakan tambahan gula, melainkan memanfaatkan madu sebagai pemanis alami. Pemilihan madu sebagai pengganti gula dimaksudkan agar sajian ini tetap menyehatkan sekaligus cocok dikonsumsi oleh anak-anak. Inovasi pengolahan daun kelor menjadi puding diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar menjadi sajian yang lebih menarik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan informasi mengenai stunting, tetapi juga memperkenalkan cara sederhana memanfaatkan daun kelor sebagai bahan pangan bergizi yang mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal. "Kami berharap ibu-ibu bisa mencoba membuat puding ini di rumah karena bahannya mudah didapat dan cara membuatnya pun sederhana," ujar salah satu mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pemanfaatan daun kelor menjadi puding menjadi salah satu contoh inovasi sederhana berbasis potensi lokal Desa Soronalan. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengolah bahan pangan di sekitarnya secara kreatif demi mendukung pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting.

Kabar: KKN MMK UIN Walisongo Semarang Posko 07 Desa Soronalan

Editor: Santi Alfifat Khurosyidah (Kru LPM Frekuensi)