Sumber Dokumentasi: Pribadi 
Ambarawa, Kabupaten Semarang, KABARFREKUENSI.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 87 UIN Walisongo Semarang Posko 3 menggelar sosialisasi pencegahan stunting dengan tema “Isi Piringku, Tumbuh Optimalku” di Balai Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa pada hari Rabu, 04 November 2026, pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Gunaning Wuryandari, A.M.G., yang merupakan salah satu ahli gizi di Puskesmas Ambarawa sebagai pemateri yang memberikan penjelasan mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mencegah stunting. Tidak hanya itu, Weni Ambarwati, A.Md.Keb selaku bidan PKD Kelurahan Ambarawa juga ikut serta dalam memberikan materi. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ibu Lurah, Sekretaris Desa, wakil ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ketua Kelompok Kerja II, Ketua Kelompok Kerja IV, Kader-kader posyandu dan dua anggota, serta mahasiswa KKN UIN Walisongo tepatnya dari posko 3.

Dalam penjelasannya, Gunaning Wuryandari, A.M.G., menjelaskan bahwa pemenuhan gizi anak dapat diupayakan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Hal ini menjadi salah satu bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang dengan memanfaatkan sumber daya alam daerah sekitar.

“Penerapan konsep Isi Piringku bisa disesuaikan dengan sumber daya alam yang berada di sekitar kita. Di Ambarawa misalnya, ada potensi ikan dari Rawa Pening yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani. Jadi, kita bisa memanfaatkan pangan lokal yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.” jelas Gunaning Wuryandari, A.M.G..

Sementara itu, Weni Ambarwati, A.Md.Keb. selaku bidan PKD Kelurahan Lodoyong juga menjelaskan pentingnya kesehatan anatara Ibu dan juga anak dalam upaya upaya pencegahan gangguan pertumbuhan. ”Tidak hanya itu asupan gizi dan juga perhatian orang tua terhadap kondisi kesehatan anak sejak dini juga perlu diperhatikan, misalnya seperti gangguan tyroid yang perlu dikenali dan juga ditangani oleh tenaga kesehatan karena hormon tyroid itu sangat berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan pangan lokal diharapkan menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung upaya pencegahan stunting serta mewujudkan generasi yang sehat dan tumbuh optimal.

Kabar: KKN REG 87 UIN Walisongo Posko 3 

Editor: Siti Qummariyah (Kru LPM Frekuensi)