(Foto/ Paul)


Semarang, KABARFREKUENSI.COM - Suara bel sepeda melintas di depan rumah sepasang pasutri, Kimin dan Patemah. Patemah segera berlari melihat dari jendela gubuk reot miliknya. Ia menunggu kedatangan tukang pos membawakan balasan suratnya tempo hari. Suaminya, Kimin memandang dengan muka masam sambil bertanya pada istrinya menunggu surat dari siapa, jangan-jangan dari selingkuhannya ucap Kimin. Pada segmen lain mereka juga berdebat soal 103 ekor ayam yang ada di rumahnya. Uang dari mana Istrinya mampu mendapatkan ayam sebanyak itu. Begitulah salah satu potongan dari pentas teater yang diadakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Genesa di Audit I Kampus 1 UIN Walisongo Semarang, Selasa Malam (9/10).
Pentas Teater yang bertajuk Surat pada Gubernur ini diadaptasi dari karya Theodore Apstein. Menurut penuturan Lurah Genesa, Muhammad Sudrajat pemilihan cerita ini lantaran keresahan terhadap angka kemiskinan di Indonesia. Maka dari itu, Ajat sapaan akrabnya menuturkan sebagai mahasiswa kita harus peka terhadap masalah sosial di sekitar.
“Pemilihan naskah ini dikarenakan keresahan terhadap angka kemiskinan di Indonesia. Lewat naskah ini kita perlu belajar dari Patemah meskipun kekurangan namun dirinya tetap peduli dan berbagi.” Tutur Ajad.
Pentas Perdana
Seperti yang diketahui, Pentas Surat pada Gubernur merupakan pertunjukan perdana UKM Genesa. Sutradara Teater, Khaeruz Zaman mengungkapkan pentas ini sudah disiapkan sejak empat bulan yang lalu. Para pemain pun sudah melakukan latihan panjang selama itu pula.
“Persiapan pentas ini dari bulan sebelum PPL (Praktek Pengalaman Lapangan), bulan Juli. Pada awalnya ada empat pilihan naskah. Namun ketika dicoba gagal. Akhirnya dipilihlah naskah ini”. Ujar Zaman.
Pentas ini pun menarik penonton dari berbagai kalangan dan komunitas untuk hadir, Salah satunya Fadlillah Ahmad, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) itu berpendapat bahwa Teater Genesa cukup matang dalam melakukan persiapan terlihat dari pengaturan panggung.
"Untuk penampilan pertama, saya lihat Genesa cukup matang menyiapkan pementasan. Hal ini dapat dilihat dari setting lokasi yang sangat rapi dibuat senyata mungkin seperti kondisi asli", kata Fadli.
Senada dengan Fadli, Sofia Najma, Mahasiswa Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT) juga mengatakan bahwa penampilan ukm Genesa sudah bagus.
"Menurutku, penampilannya udah bagus. Teater Genesa nampilinsetting tempat yang sangat sesuai dengan cerita. Selain itu, terlihat pemeran udah menjiwai peran, ini kelihatatan dari mimik wajah dan intonasi yang baik" jelas Najma.(Kabar/ Firman & Paul)