(Gambar: Dokumentasi Pribadi)

Hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) pada Jumat (5/8) ditutup dengan senam pagi yang dilanjutkan flash mob colour fun  dan serangkaian pengenalan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas dengan jumlah sebanyak 18 UKM di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Saat acara flash mob colour fun berlangsung di Lapangan Utama Kampus 3 UIN Walisongo. Nuzul, anggota UKM Palang Merah Indonesia (PMI),  menuturkan bahwa hari ketiga PBAK lebih kondusif daripada hari pertama, namun di hari ketiga banyak mahasiswa baru (maba) yang pingsan lantaran belum sarapan.

"Banyak maba yang pingsan karena belum sarapan, namun hari ketiga ini jauh lebih kondusif dibandingkan hari pertama saat senam maba sesak nafas," papar Nuzul. 

Minimnya anggota PMI yang berjaga membuat pihak PMI berkoordinasi dengan pj tiap fakultas untuk membantu mengkondisikan maba yang sakit.

"Anggota PMI yang berjaga hanya terbatas, jadi untuk mengkondisikan maba yang sakit kami berkoordinasi dengan pj fakultasnya masing-masing," tutur Nuzul.

"Biasanya maba sakitnya pusing, magh, dan sesak nafas," lanjut Nuzul.

Salah satu maba jurusan Teknlogi Informasi, Qonita, mengugkapkan kekecewaanya saat acara terakhir PBAK. Menurutnya sangat disayangkan ketika masuk waktu sholat acara tetap dilanjutkan.

“Kecewa karena saat masuk waktu sholat namun kegiatan tetap dilanjutka dan tidak di pending dahulu,” tutur Qonita.

Namun, di balik kekecewaannya, Qonita mengungkapkan tetap senang karena mendapatkan teman baru dari fakultaas lain. 

"Senangnya bisa berkenalan dengan maba fakultas lain. Banyak tugas yang mengedukasi dan berkesan, biasanya tugas ospek itu aneh-aneh tapi di UIN Walisongo tidak," pungkas Qonita. (Kabar/Fadil)