Bagi
mahasiswa baru, PBAK menjadi salah satu momen awal untuk mengenal lingkungan
perkuliahan, bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah, serta mengikuti
berbagai kegiatan yang sebelumnya belum mereka temui ketika masih berada di
bangku sekolah.
Farahat
Farabi atau Farhan, mahasiswa baru Jurusan Kimia Murni asal Pekalongan, menjadi
salah satu mahasiswa yang merasakan beragam pengalaman tersebut. Ia
menggambarkan hari pertama PBAK sebagai pengalaman yang menghadirkan rasa
senang sekaligus lelah.
“Kalau
kesan sih, senang, Kak. Senang, ada capeknya, ada bahagianya, ada panasnya, ya
campur aduklah,” ujar Farhan.
Salah
satu kegiatan yang menarik perhatian mahasiswa baru adalah pembuatan koreografi
paper mob. Kegiatan tersebut mengharuskan mahasiswa baru mengikuti gerakan dan
membentuk koreografi secara bersama-sama. Meski kondisi cuaca menjadi tantangan,
kegiatan tersebut tetap dinilai menarik karena memberikan pengalaman baru bagi
mahasiswa baru.
Selain
mengikuti kegiatan bersama, hari pertama PBAK juga menjadi kesempatan untuk
melihat perbedaan suasana antara sekolah dan perguruan tinggi. Jumlah mahasiswa
yang lebih banyak serta berasal dari berbagai daerah membuat lingkungan kampus
terasa lebih ramai. Kondisi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi
mahasiswa baru untuk memperluas relasi dan mengenal lebih banyak teman.
Kehadiran
pemateri dari kalangan pejabat juga menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa baru.
Salah satu pemateri yang ia soroti adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah yang
memberikan materi mengenai kecintaan terhadap tanah air. Selain itu, terdapat
pula pemateri lain dari kalangan pejabat pemerintah yang turut mengisi
rangkaian PBAK.
Pengalaman
baru tidak hanya datang dari kegiatan dan pemateri. Farhan juga menemukan
fasilitas kampus yang menurutnya cukup nyaman, salah satunya mushala di sekitar
perpustakaan.
“Hal
baru yang aku rasakan, musala perpustakaan enak. Jujur enak banget, adem,
ber-AC,” ungkapnya.
Di
tengah rangkaian kegiatan tersebut, pelaksanaan PBAK juga diwarnai aksi
penyampaian aspirasi yang berlangsung ketika pemaparan materi dari Wakil
Gubernur Jawa Tengah sedang berjalan. Situasi tersebut menjadi salah satu hal
yang menurut Farhan memengaruhi jalannya kegiatan.
Menurutnya,
penyampaian aspirasi seharusnya memiliki ruang tersendiri agar tidak mengganggu
rangkaian kegiatan PBAK. Ia menilai mahasiswa baru masih berada pada tahap
mengenal lingkungan kampus sehingga materi yang disampaikan dalam kegiatan PBAK
sebaiknya dapat diterima secara maksimal.
Farhan
juga menilai kondisi tersebut turut mengubah ekspektasinya terhadap hari
pertama PBAK. Sebelum mengikuti kegiatan, ia membayangkan PBAK akan menjadi
pengalaman yang menyenangkan melalui kegiatan bersama mahasiswa baru, termasuk
pembuatan koreografi.
“Pertamanya
ekspektasi kayak membuat koreografi, terus bahagia di lapangan, panas-panasan
itu oke. Tapi ketika ada rombongan demo seperti yang tadi, itu kayak merusak
ekspektasiku,” katanya.
Meski
demikian, Farhan tetap mengapresiasi kerja panitia dalam menjalankan rangkaian
kegiatan. Menurutnya, panitia telah berusaha memberikan pengalaman terbaik bagi
mahasiswa baru meskipun terdapat dinamika selama pelaksanaan kegiatan.
Hari
pertama PBAK pun menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan
lingkungan kampus. Berbagai kegiatan, interaksi dengan mahasiswa dari latar
belakang berbeda, hingga dinamika yang muncul selama kegiatan menjadi bagian
dari pengalaman awal mereka sebagai mahasiswa UIN Walisongo Semarang.
Kabar: Arsyadani Nuuron (Kru LPM Frekuensi 25)
Editor: Siti Qummariyah (Kru LPM Frekuensi)

0 Komentar