Sumber Dokumentasi: Pribadi
Semarang, KABARFREKUENSI.COM-Suasana ramai mewarnai pelaksanaan hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Selasa (18/8/2026). Sejak pagi, mahasiswa baru mengikuti berbagai rangkaian kegiatan di lingkungan kampus. Cuaca yang cukup panas turut menyertai aktivitas mereka di lapangan, di tengah antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan bersama.

Bagi mahasiswa baru, PBAK menjadi salah satu momen awal untuk mengenal lingkungan perkuliahan, bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah, serta mengikuti berbagai kegiatan yang sebelumnya belum mereka temui ketika masih berada di bangku sekolah.

Farahat Farabi atau Farhan, mahasiswa baru Jurusan Kimia Murni asal Pekalongan, menjadi salah satu mahasiswa yang merasakan beragam pengalaman tersebut. Ia menggambarkan hari pertama PBAK sebagai pengalaman yang menghadirkan rasa senang sekaligus lelah.

“Kalau kesan sih, senang, Kak. Senang, ada capeknya, ada bahagianya, ada panasnya, ya campur aduklah,” ujar Farhan.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian mahasiswa baru adalah pembuatan koreografi paper mob. Kegiatan tersebut mengharuskan mahasiswa baru mengikuti gerakan dan membentuk koreografi secara bersama-sama. Meski kondisi cuaca menjadi tantangan, kegiatan tersebut tetap dinilai menarik karena memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa baru.

Selain mengikuti kegiatan bersama, hari pertama PBAK juga menjadi kesempatan untuk melihat perbedaan suasana antara sekolah dan perguruan tinggi. Jumlah mahasiswa yang lebih banyak serta berasal dari berbagai daerah membuat lingkungan kampus terasa lebih ramai. Kondisi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa baru untuk memperluas relasi dan mengenal lebih banyak teman.

Kehadiran pemateri dari kalangan pejabat juga menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa baru. Salah satu pemateri yang ia soroti adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah yang memberikan materi mengenai kecintaan terhadap tanah air. Selain itu, terdapat pula pemateri lain dari kalangan pejabat pemerintah yang turut mengisi rangkaian PBAK.

Pengalaman baru tidak hanya datang dari kegiatan dan pemateri. Farhan juga menemukan fasilitas kampus yang menurutnya cukup nyaman, salah satunya mushala di sekitar perpustakaan.

“Hal baru yang aku rasakan, musala perpustakaan enak. Jujur enak banget, adem, ber-AC,” ungkapnya.

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, pelaksanaan PBAK juga diwarnai aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung ketika pemaparan materi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah sedang berjalan. Situasi tersebut menjadi salah satu hal yang menurut Farhan memengaruhi jalannya kegiatan.

Menurutnya, penyampaian aspirasi seharusnya memiliki ruang tersendiri agar tidak mengganggu rangkaian kegiatan PBAK. Ia menilai mahasiswa baru masih berada pada tahap mengenal lingkungan kampus sehingga materi yang disampaikan dalam kegiatan PBAK sebaiknya dapat diterima secara maksimal.

Farhan juga menilai kondisi tersebut turut mengubah ekspektasinya terhadap hari pertama PBAK. Sebelum mengikuti kegiatan, ia membayangkan PBAK akan menjadi pengalaman yang menyenangkan melalui kegiatan bersama mahasiswa baru, termasuk pembuatan koreografi.

“Pertamanya ekspektasi kayak membuat koreografi, terus bahagia di lapangan, panas-panasan itu oke. Tapi ketika ada rombongan demo seperti yang tadi, itu kayak merusak ekspektasiku,” katanya.

Meski demikian, Farhan tetap mengapresiasi kerja panitia dalam menjalankan rangkaian kegiatan. Menurutnya, panitia telah berusaha memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa baru meskipun terdapat dinamika selama pelaksanaan kegiatan.

Hari pertama PBAK pun menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus. Berbagai kegiatan, interaksi dengan mahasiswa dari latar belakang berbeda, hingga dinamika yang muncul selama kegiatan menjadi bagian dari pengalaman awal mereka sebagai mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kabar: Arsyadani Nuuron (Kru LPM Frekuensi 25)

Editor: Siti Qummariyah (Kru LPM Frekuensi)