Foto/ google.com

Semarang, KABARFREKUENSI.COM - Pengumpulan donasi 4000 buku yang dicanangkan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Walisongo Semarang belum sepenuhnya terkumpul. Donasi buku tersebut dikumpulkan sebagai resitasi mahasiswa baru saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2018. Presiden Dema-U, Syarifuddin Fahmi menjelaskan bahwa pada awalnya, pendonasian buku bekerjasama dengan narasi.com agar bisa mengundang Najwa Shihab saat PBAK. Namun pembatalan kehadiran Najwa berdampak pada ketidakjelasan pendonasian buku sekarang ini.

“Sampai saat ini belum ada kepastian terkait buku akan dibawa ke mana. Namun ketidakpastian ini tidak menjadikan kita diam, tapi tetap mencari beberapa alternatif. Beberapa elemen masyarakat, perpustakaan, dan karang taruna meminta buku tersebut diberikan kepada mereka. Namun kita masih menimbang-nimbang agar buku ini tetap sampai pada narasi.com,” ungkap Fahmi saat diwawancarai saat di PKM Dema-U, Kamis (30/8).

Meski begitu, Fahmi mengungkapkan bahwa ia tetap menginginkan buku tersebut bisa tersalurkan ke pihak Narasi. Hal ini dikarenakan ia masih berharap agar nantinya Najwa Shihab bisa hadir ke UIN Walisongo Semarang.

“Meskipun Najwa tidak hadir pada PBAK, nantinya buku akan dinegosiasikan agar tetap diberikan ke narasi.com. Kita masih mempunyai keinginan untuk mengundang Najwa di lain kesempatan,” tambah Fahmi.

Pihak Dema-U tetap bersikukuh agar penyaluran donasi bisa sampai ke pihak narasi.  Dema-U berharap bisa bekerjasama dengan mereka karena setiap tanggal 17, narasi mempunyai kegiatan pendonasian buku ke daerah tertinggal. Hal ini sekaligus dapat meringankan Dema-U dalam penyebaran donasi buku.

Saat ini pihaknya masih mengusahakan agar sebelum tanggal 1 September 2018 semua buku bisa terkumpul. (Kabar/ Ulfia)
Foto/ Zakiya
Semarang, KABARFREKUENSI.COM - Serangkaian acara Pengenalan Budaya Akademik Dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah dilaksanakan pada tanggal 27-29 agustus 2018. Acara yang diselenggarakan di Kampus UIN Walisongo ini memberikan berbagai macam resitasi kepada para mahasiswa baru. Di antaranya, mahasiswa baru harus membawa pom-pom, id-card, buku bacaan, dan mengumpulkan donasi untuk masyarakat yang terkena bencana alam di Lombok.

Terkait resitasi pengumpulan donasi tersebut Syarifuddin Fahmi selaku presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo menyampaikan bahwa memang benar awalnya donasi tersebut ingin disumbangkan ke Lombok. Akan tetapi, setelah PBAK selesai ia mendapat kabar dari bebagai media bahwa masyarakat Lombok sudah tidak membutuhkannya.

"Setelah PBAK berjalan dengan berbagai macam proses dan PBAK usai, ternyata lombok sudah tidak membutuhkan. Bahkan ada viral di berbagai media bahwa donasi di lombok terbuang-buang," ujarnya saat diwawancarai di PKM DEMA-U, Kamis (30/8).

Meski begitu, mahasiswa yang kerap disapa Fahmi ini menyampaikan bahwa resitasi berupa baju, tikar, dan selimut layak pakai tersebut akan tetap dikumpulkan. Pasalnya, ia berencana agar apabila kedepannya terdapat bencana alam di Indonesia, donasi-donasi tersebut sudah siap disumbangkan.

Akan tetapi, Fahmi pun mengungkapkan bahwa sampai saat ini terdapat beberapa pihak yang menghubunginya terkait pengiriman donasi ke Lombok. Donasi yang ditampung dapat berupa apa pun. Namun, diutamakan dalam bentuk barang.

Diakhir wawancara, mahasiswa jurusan Ilmu Falak ini menyatakan bahwa belum ada keputusan yang sesungguhnya terkait donasi tersebut. Keputusan baru akan diambil pada tanggal 31 Agustus 2018.

"Keputusannya terakhir besok malam. Jika nanti kita kirim barangnya ke lombok berarti donasi tetap ditujukan ke lombok dan akan diurus oleh mitra yang kami tunjuk," tutupnya.


Akan tetapi, akhirnya DEMA-U mengambil keputusan untuk tetap mengirimkan donasi tersebut ke Lombok. Hal ini dibuktikan dengan pernyataannya pada akun instagram DEMA-U.

Malam ini DEMA UIN Walisongo akan menyalurkan bantuan donasi baju untuk Lombok dari 4000 mahasiswa baru 2018,” keterangan ini diunggah di instastory akun instagram DEMA-U, @demauinws_official. (Kabar/ Diah)
(Foto/ Ulfia)

Semarang, KABARFREKUENSI.COM - Acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) ditutup oleh Suparman Wakil Rektor III, Rabu (29/8) dilapangan utama Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Hal tersebut disambut meriah dengan tepuk tangan para Mahasiswa Baru karena PBAK 2018 telah resmi berakhir.
Ucapan terima kasih disampaikan untuk pihak yang turut andil dalam acara PBAK 2018, termasuk ucapan untuk  peserta PBAK yang turut  mengsukseskan acara meskipun ada beberapa yang sakit. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah.
"Beberapa mahasiswa sakit dan satu mahasiswa dirujuk ke Rumah Sakit", ungkap Suparman
Meskipun banyak mahasiswa yang kurang fit akibat kelelahan dan faktor cuaca,  PBAK tetap berjalan dengan lancar dan kondusif. Mahasiswa baru juga sangat antusias mengikuti acara PBAK sampai akhir.
Suparman menyampaikan bahwa adanya PBAK menjadikan  mahasiswa lebih mengerti dan memahami tentang UIN Walisongo. Pasca PBAK, mahasiswa baru diharapkan tidak  hanya berlenggang-lenggang dan harus melaksanakan tugas perkuliahan serta tugas lain dengan baik.
Ia pun berharap tahun depan fasilitas sudah memadai di masing-masing fakultas. Sehingga, kedepannya PBAK akan jauh lebih baik.
"Saya berharap PBAK tahun depan bisa lebih baik lagi, karena fasilitasnya sudah lebih memadai. Sehingga PBAK di fakultas masing-masing bisa mencukupi." ujar Suparman. (Kabar/ Anisa)

Logo ORSENIK 2017 UIN Walisongo
Sumber : skmamanat


Semarang, KABARFREKUENSI.COM - Rangkaian acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (2018) resmi ditutup Rabu (28/9) oleh Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang, Suparman Syukur. Beliau menyampaikan pasca PBAK akan ada acara selanjutnya, yaitu Orsenik untuk mahasiswa baru.
Suparman juga menjelaskan bahwa orsenik ini merupakan rangkaian pertandingan dibidang seni dan olahraga. Orsenik ini nantinya akan mempertandingkan para delegasi dari tiap-tiap fakultas.
Suparman menghimbau bahwa agenda ini diadakan sebagai wahana berkreasi mahasiswa, sehingga diharapkan DEMA, SEMA dan mahasiswa dapat mempersiapkannya dengan baik. Orsenik ini akan diadakan di beberapa titik wilayah UIN walisongo Semarang, seperti di Gedung Serbaguna dan beberapa gedung lainnya.
Untuk jenis cabang olahraganya masih sama dengan tahun lalu, di antaranya yaitu Futsal, Tennis Meja, Badminton, Poster, Plan Bisnis, Orasi, dan lainnya. Walaupun banyaknya cabang olahraga masih sama, Suparman menyampaikan bahwa masih banyak beberapa cabang olahraga di UIN Walisongo yang memiliki kualitas yang baik walaupun terdapat fasilitas yang masih kurang memadai, dan diharapkan untuk tahun depan UIN Walisongo akan memiliki tambahan gedung untuk pusat kegiatan mahasiswa.
"Untuk Cabornya sendiri masih sama dengan tahun lalu, namun banyak kegiatan-kegiatan mahasiwa yang bagus seperti kempo, karate dan semuanya bagus walaupun fasilitas yang belum memadahi, semoga hal ini tidak mempengaruhi semangat mahasiwa" imbuhnya.
Karena acara orsenik ini merupakan perlombaan antar fakultas, pastinya akan ada ambisi untuk mendukung fakultasnya masing-masing. Maka diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti berkelahi dan tawuran antar suporter.
Untuk suporter dari masing-masing fakultas akan dipantau oleh panitia dan akan dikawal dari titik fakultasnya hingga ke tempat pertandingan sehingga dapat mengantisipasi terjadinya keributan. Meskipun begitu tidak ada larangan-larangan khusus terkait atribut, namun diharapkan para suporter tetap rapi, arif, dan damai.
"Mengantisipasi terjadinya tawuran tentunya kami sudah membentuk sedemikian rupa, panitia akan dipersiapkan. Nantinya gerakan-gerakan perfakultas akan kita kawal sampai ke tempat. Namun saya rasa mahasiswa sekarang sudah mudah diatur InshaAllah" tegasnya.
Suparman juga berharap Orsenik tahun ini berlangsung dengan gegap gempita, meriah, dan tentram. Melalui acara ini diharapkan menjadi tempat untuk menunjukan prestasi mahasiswa baru. (Kabar/ Adila)

(Foto/ Ulfia)


Semarang, KABARFREKUENSI.COM - Pemimpin Redaksi NU Online, Savic Ali memberikan orasi pada acara penutupan PBAK 2018 di lapangan kampus 3 Rabu (29/08). Dalam orasinya, Savic menyinggung tentang pentingnya literasi kaitannya dengan kewajiban mencari ilmu..
Savic mengungkapkan bahwa membaca dan menulis dalam menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban. Mahasiswa sebagai salah satu yang menuntut ilmu harus dapat mengembangkan gagasannya secara lisan maupun tulisan. Jika hanya tulisan ataupun lisan saja dan hasilnya tidak bagus maka dampaknya akan berbeda. Membaca dan menulis juga dapat membantu mempercepat proses belajar kita.
Pemred Redaksi NU Online itu menambahkan, Setiap manusia yang menuntut ilmu adakalanya mereka menjadi pintar dan berilmu. Tetapi jika kepintaran tidak digunakan untuk membantu orang-orang yang ilmunya masih kurang maka ilmu tersebut hilang bagai uap dan tidak bermanfaat untuk masyarakat.
Menurutnya, yang terpenting bukan semata-mata berilmu tetapi harus bermanfaat. Bermanfaat untuk diri sendiri maupun masyarakat. Dan hal ini merupakan tantangan bagi mahasiswa untuk membuat ilmunya bermanfaat.
Ia menyampaikan kepada mahasiswa baru bahwasanya kunci dari kesuksesan dalam menuntut ilmu adalah istikamah. Istikamah (bersungguh-sungguh) dalam menjalankan segala hal maka kita akan mampu menjadi jagoan dalam bidang yang kita geluti.
“Siapa yang mampu istiqomah niscaya dia akan menjadi jagoan di bidangnya masing-masing” ucapnya kepada para maba.
Orasinya ditutup dengan harapan Savic Ali kepada para maba agar menjadi manusia yang baik dengan ilmu yang bermanfaat, yang berguna bagi masyarakat, dan bagi negara Indonesia.
“Saya berharap mahasiswa UIN menjadi manusia yang baik yang memiliki ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga bagi negara” ungkapnya diakhir orasi. (Kabar/ Roro)